THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Friday, 23 April 2010

The Armstrong Family: Jake HILANG p2

FanFiction by: Kadek (setengahnya Wilhelmina Marshall)

note: nothing!

Senin,07.30
Gudang Penyekapan

Jake masih tertidur lelap. Dia masih terlihat capek setelah semalaman berusaha melepaskan ikatannya. Jake yg tertidur lelap terbangun setelah melihat Justin datang…
“Kau ini keji sekali Justin. Tak kusangka. Dibalik wajah imut-mu itu tersimpan jiwa dan kelakuan bak penjahat. Apa gunanya kau menculik ku ? mendapatkan uang dari daddy ? tak mungkinlah. Ku lihat kau tidak seperti orang yg kekurangan uang. Sebenarnya apa yg kau mau dariku ?”
“Hey,hey,hey.tenang adik kecil.jangan emosi begitu dong. kubawakan kau sandwich dan susu hangat. Bagaimana ? kau suka bukan ?”santai, justin menjawab pertanyaan jake.
“Kau belum jawab pertanyaanku. Kau mau apa dariku ? “
“sudahlah.kau makan saja sandwich mu itu . masalah itu tak usah kau pikirkan dulu. Kau akan baik-baik saja disini bersamaku.”
Justin lalu melepaskan ikatan jake. Membiarkan anak itu memakan sandwichnya. Justin memandang sedih kea rah Jake. Jake mengingatkannya pada sesuatu.
Sementara itu,ditempat lain…

Senin,08.13
Kediaman Keluarga Armstrong.

Pagi ini, di kediaman keluarga Armstrong terdapat banyak sekali orang. Mike-Tre numpang minum the dirumah billie. Mereka sudah sejak tadi malam menginap di rmh billie. Alas an mike dia ingin tetap menjaga putrinya,stella yg menginap disini. Tre mengganggap dirinya diperlukan disini. Kalau-kalau ada yg penting.dia bisa membantu. Billie masin belum mau melaporkan kejadian ini ke polisi. dia rasa dia masih sanggup mencarinya. Tapi sampai hari ini pun. Billie masih belum menemukan jalan keluar.
Sementara itu, Joey ,Kadek, stella dan Audrey berusaha mencari jake lagi ke lapangan tempat dia bermain terakhir kali. Addie pun masih schock. Dia juga sudah berusaha menelepon ke rumah teman-teman jake. Siapa tahu Jake pergi kesana.sampai akhirnya…
“Do you know the enemy?do you know your enemy,well gotta now the enemy…blablabla” Hp Addie berbunyi keras sekali.
“PRIVATE NUMBER calling…” private number ? pikirnya. Addie segera mengangkatnya. Mana tempe ada kabar tentang anaknya.
Terdengar suara mirip cewek dari seberang sana…
“ Halo,benar ini di kediaman keluarga Armstrong ?”
“ ya benar. Ada yg bisa saya bantu?”
“bisakah saya bicara dengan Billie ?”
“Billie ?”
“ya Billie.waktuku tak banyak. Aku ingin memberitahukan tentang anak kalian yg hilang .yg kuperlukan bicara pada billie sekarang.”
“ APA YG KAU TAHU TENTANG JAKE ! cepat katakan. Aku ibunya aku berhak tahu. “ Addie mulai marah.
“ Cepat berikan pada Billie . atau anakmu mati “ ancam si penelpon.
Addie merasa terancam dan cepat-cepat memanggil Billie.
“ ya, Halo”
“Billie. Aku tahu tentang keberadaan anakmu. Dia ada bersamaku.tolong jangan potong pembicaraan ku dulu” billie yg tadinya ingin buka mulut lebih memilih mendengarkan si penelpon gelap itu dulu.
“baiklah kuteruskan, kau harus datang besok ke taman pukul 15.00 tepat. Jangan terlambat. ikuti petunjuk yg ada. Jangan bawa polisi atau siapapun ! Bila kau tak ingin anakmu mati ! kau mau mendengar suaranya? ” justin a.k.a penelpon gelap menyodorkan telepon genggamnya pada jake.
“Daddy ,daddy. Ini jake. kau tak usah cemas aku baik baik saja. Kau tak usah mengikuti perintahnya. “ jake berkata pada ayahnya untuk yg pertamakali sejak dia dikabarkan hilang.
“jake, jake ! kau baik-baik saja nak” Billie merasa khawatir. Addie yg mendengar nama anaknya itu disebut sebut langsung menguncang-guncangkan tubuh billie . ingin ikut bicara juga. Direbutnya telpon genggam itu dari tangan Billie
“Jake,nak. Kau baik-baik saja. Ini mom, nak. Maafkan mom kemarin telah meninggalkan mu dirumah “
“sudah kukatakan aku baik-baik saja,dad. Beritahukan pada ibu. Aku akan segera pulang…dad,dad. mom,ini mom ?aku, aku “ jake terharu mendengar suara ibunya.
“ mom aku,aku baik saaa…aargghh ”justin merebut telpon genggamnya dari tangan Jake.
“ justtinnssttteerrggrrhhh…! ” justin langsung membekap mulut jake sebelum dia membocorkan rahasianya.
“Jake ! Jake ! nak ! Jake !” Addie berusaha memanggil-manggil Jake lagi, berharap anak itu akan mengatakan kalau dia baik baik saja.
“JAKEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!”addie berteriak memanggil anaknya itu sambil menangis. Lalu terduduk lemas di lantai. Dia lalu menangis sekencang-kencangnya.Billie mengambil telepon genggamnya .Mike dan tre yang mendengar suara tangisan cepat-cepat datang ke TKP. Mereka (mike dan tre) bersembunyi di balik tembok . hanya bisa menguping pembicaraan addie dan billie.
“Halo” kata billie.
“ Bagaimana billie ? kau sudah mendengar sendiri kan bagaimana menderitanya anakmu disini ? jadi jangan macam-macam padaku. Jangan coba-coba membawa polisi datang kemari” lagi-lagi justin mengancam
“oke oke. Tenang. Aku akan datang sendirian”
“bagus. Klik” si penelpon gelap memutuskan sambungannya.
Billie membantu addie bangkit. Membawanya ke duduk ke sofa. Hanya itu yg bisa dilakukannya untuk menenangkan addie.Mike dan tre tak bisa melakukan apa-apa.

Sementara itu di tempat lain,
Senin,11.05
Lapangan kota,Oakland

“Gw udah capek banget deh. Serius deh. Gak boong gw” kata stella sambil mengangkat tangannya ke udara membentuk huruf V.
“sama. Gw juga nih. Emang kalian mainnya dimana sih.dari tadi kok nggak ada ya “kata audrey ikut-ikutan capek.
“gw juga udah capek kale.kita mainnya di sekitar sini kok. Tapi kita kan mainnya semalem. Jadi udah pasti lah si jake nggak disini lagi.”kata kadek.
“ udah ah. Gimana sih tadi kalian yg semangat buat nyari si jake. Kenapa sekarang pada ngeluh kayak gini. Mending kita pulang aja deh. Kita kan bisa nanya sama orang-orang yg lewat. Yuk” usul joey.
“ SETUJU” timpal yg lain.
Di tengah perjalanan menuju rumah mereka ketemu … (jeng jeng jeng) …Justin Bieber. Cowok itu memakai baju berwarna hijau toska dan topi andalannya sedang terlihat mengunyah sesuatu. Tapi segera di buangnya.
“ Hey, Justin “ sapa Kadek ramah.
“ hai, sedang apa disini ?” Tanya justin pura-pura nggak tau. dia sedikit gugup. Takut ketahuan sedang memakan lollipop. Ups…
Sebelum Kadek menjawab Stella lebih dulu menjawab pertanyaan justin .
“Kami sedang mencari Jake. Adiknya Joey.Dia hilang sehari yg lalu. Kalau kau melihatnya. Kau bisa memberitahukannya kepada kami .ini fotonya” kata Stella lalu menarik tangan Kadek yg masih tersipu-sipu melihat justin.
Joey melihat justin dengan tak senang. Segera saja dia pergi meninggalkan ketiga cewek yg mengerumuni Justin.
“ Tuh kan. Joey jadi marah. Gara-gara lo sih Justin. Lo jadi cowok tau diri dikit dong.kita semua lagi sibuk nyariin jake yg hilang.lo ngerusak mood kita-kita aja. Gak usah sok baik deh lo. “ Audrey yang dar tadi hanya bisa ngeliatin doang sekarang jadi angkat bicara.
“ eh , kok lo nyalahin justin sih. Lo tuh ya drey jangan bisa nyalahin doang dong. Justin kan maksudnya baik sama kita. Mau bantuin kita. Lo kok malah nyalahin dia. Dia gak salah apa-apa ini. “ Kadek mencoba membela justin.
“ mending gw ikut joey aja deh. Dari pada lama-lama disini gw bisa gila!” sindir audrey pada Kadek.
Stella menjadi bingung. Ikut pada audrey pergi bersama joey atau tetap tinggal bersama kadek. Akhirnya stella memilih ikut Kadek. Pembicaraan berakhir dengan Justin. Dia pamit ingin pulang.
“sorry ya udah bikin kalian jadi berantem. Kalo gitu gue pulang dulu ya. Masih banyak yg harus di selesaikan. Bye”
“Bagus deh kalo nyadar. Lo itu emang Tukang-bikin-rusuh . tukang ngerusak mood orang. Huh” Stella lagi-lagi yg menyahuti Justin.
“hush. Gak boleh gitu ah stell. Ya udah deh Justin gue pulang dulu ya. Kamu hati-hati di jalan” Kadek tersenyum. Stella dan Kadek memutuskan tidak mencari Joey ataupun Audrey. Mereka langsung pulang ke rumah.

Sementara di tempat lain…

Audrey berhasil mengejar Joey. Mereka sepakat pergi ke Taman. Audrey berusaha membujuk Joey agar mau pulang. Tapi tak berhasil. Joey keukeh tetap mencari Jake. Mereka mengitari seluruh kota mencari tempat bermain yang asik (lho kok ?) nggak lah. Mereka mencari jake seluruh taman.
Disela-sela kegiatan mereka mencari Jake, Mereka melihat Justin sedang berbicara dengan seseorang, memakai baju berwarna hitam. Rambutnya panjang tergerai indah. Dia adalah… Selena Gomez. Oohh… sedang apa mereka ? pikir Audrey dan Joey. Diam – diam mereka menguping pembicaraan Justin dan Selena.
" lo tau nggak sih " (Justin)
" apaan?" tanya Selena.
" anaknya Billie Joe yang namanya Jake. gue nyekap dia seharian. "
" haa? kasian! anak kecil itu, " teriak Selena begitu rupa. Justin menggeleng.
" gue emang kasian ama Jakenya. tapi gue benci ama kokonya. ama temennya juga, yang pernah nonjok gue. "

Audrey dan Joey sama-sama bengong. Terutama Audrey, dia nggak nyangka JB bisa sejahat itu. sementara Joey marah besar. dia langsung loncat keluar dan menggembuki Justin. Selena dan Audrey cuma bengong.

" MANA ADEK GUE HEH???!!! " teriak Joey sambil terus gebuk2an dengan JB. Audrey dan Selena cuma bisa berusaha melerai mereka berdua. Stella dan Kadek yang sedang jalan pulang melihat hal itu. Stella yang cepat mengenal situasi langsung tanggap. dengan segera dia ikutan menggebuk JB. gak adil sih. xD

akhirnya mereka semua diam di rumput. kecapean. Audrey, Selena dan Kadek juga cape, ngelerai 2 cowok dan satu cewek yang sibuk berantem.

......
......
......

Kejadian itu menimbulkan 4 hal. Pertama, Jake pulang. Justin takut digebukin lagi soalnya. Kedua, Joey dan JB jd musuh besar. Ketiga, Kadek gak berani deket2in JB untuk sementara waktu. Dan keempat, Audrey jadi belajar ama Stella gimana caranya berkelahi!

1 comments:

atash_atchu said...

wha, akhirnya bisa komen juga!
lucu2. bilangin ke Kadek dong.

~atchu