THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Wednesday, 4 May 2011

Have Fun With Green Day in: Instant Popularity 2

Fanfiction by: Wilhelmina Marshall

Fanfiction by: Wilhelmina Marshall

Note: Part 2, terinspirasi dengan berita-berita yang lagi beredar, dimana suara tak lagi diperhitungkan. and yesh, HAPPY BIRTHDAY MIKE DIRNT! :D

enjoy!


Oke. Sejak Rizky setuju menjadi DJ (dengan syarat meminta pertolongan Nanda dan Tika), Green Day pun menyiapkan konser kecil-kecilan mereka. Penontonnya lumayan banyak, termasuk seluruh rombongan anak Kitchen Band, Emily’s Army dan penggemar mereka.

“Mana si Nanda, Kadek, Rizky, sama Tika?” Audrey menggeleng-gelengkan kepala, seolah-olah dengan begitu air hujan di jas hujannya bisa hilang. Danny berdiri di sampingnya, melakukan hal yang sama.

“Maneketehe, Eh, Kadek ama Joey ding,” Nurul menjawab tenang. “Mana si Stella sama Jake?”

“Kasih makan Rocky,” jawab Danny singkat. “Ayo, kita cari tempat duduk kita. Anak-anak yang lain udah pada nunggu kan, gue mau minta tanda tangannya Emily’s Army.”

“Ya elah,” Audrey menyikut cowok itu. “Kalo cuma buat itu doang mah gue minta aja di rumah. Gak usah ujan-ujanan.” Danny cuma nyengir kuda, mukanya merah.

Mereka berlima—ditambah Espi dan Tom—berjalan ke bagian depan panggung dimana mereka pewe menonton. Tak lama Stella dan putra bungsu Billie nongol. Rocky terlelap di gendongan cewek itu.

“Hai, yang lain dibelakang ya?” sapa Jake, nyengir ketika Tom merangkulnya kayak adik sendiri. Joey yang melihatnya jadi sirik. Maklum, jarang-jarang dia bisa meluk adeknya kayak gitu. Dikeplak sih iya.

Espi mengangguk. “Gak tau tuh pada ngapain...” kata-katanya terputus ketika Billie masuk ke panggung.

Seperti biasa, Mike dan Tre menyapa fans-fansnya dengan gayanya sendiri. Lalu lampu menyorot jejeran meja panjang. DJs.

Disana berdiri Rizky, dengan gaya DJ pro. Dibelakangnya ada Nanda dan Tika, menjadi DJ pembantu. Semua cengok.

**

Billie masuk dengan gayanya yang biasa, sambil tersenyum lebar.

“Yak selamat siang bapak-bapak ibu-ibu sekalian yak!”

“Sejak kapan si Billie jadi kayak pengamen Kopaja?” tanya Stella heran.

“Sejak jaman sekarang jadi edan,” jawab Jake asal, ekspresinnya priceless banget pas melihat bapaknya ngomong kayak gitu. “Emang di Kopaja pengamennya kayak gitu semua ya?”

Stella mengangguk.

Sementara itu Danny, yang sama cengoknya dengan Jake bertanya pada Audrey. “Dey, apa gue yang kelamaan keluar kota jadi gak ketemu dia, ato emang dia jadi agak ngaco ya?”

Audrey yang sibuk melototin gaya baru nan antik abang angkatnya itu tersentak kaget. “Dua-duanya kali,” jawbanya singkat, lalu balik lagi ke kegiatan sebelumnya, mengamati apa tindakan Billie berikutnya.

Tiba-tiba Tom berdiri. “Bentar, mau ke WC.”

Lalu ia Dissaparated (penulis pura-pura gatau kalo ini bukan Draco Malfoy dan belagak ga tau ejaannya bener atu kagak). Tinggal Nurul dan Espi sendiri. Berdua ding. Ehm, berenam, kalo ditambah yang lain.

“Nah lho, si BJ knape tuh?” tanya Nurul.

Espi cuma angkat bahu. “Gatau, lagi demam kali. I wonder, mana ya gitarnya?”

Espi betul, Billie sama sekali gak pegang gitar. Tapi pertanyaan mereka terjawab ketika Rizky dkk memasang headphones mereka.

Mike menggasak bassnya, dan Tre mulai menggebuk drumnya pelan-pelan, dan Nanda mulai menyetel sebuah lagu, Rizky menekan beberapa tombol. Sedangkan Tika, dengan logat Bataknya (penulis ada Bataknya juga, jadi yang ini kudu dibanggakan :P), mulai nyanyi.

Jinke Sar Ho Ishq Ki Chaaon
Paanv Ke Neeche Jannat Hogi
Jinke Sar Ho Ishq Ki Chaaon

Dan Billie Joe, oh Billie Joe! Dia mangap, tapi suaranya sama sekali gak keluar.

Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya
Chal Chaiyya Chaiyya Chaiyya Chaiyya

Astagak.

**

“Sekarang lo ngomong deh ama gue,” Audrey menyikut abang angkatnya itu. “Kenapa lo nge lip-sync tadi? Mau ikutan Briptu Norman apa lo?”

“Mana lagunya itu lagi,” desah Nurul. “Chaiyya Chaiyya ama Kutch Kutch Hota Hai. Astaga. Untung sisanya lagu rock semua. Penonton udah mau nimpukin lo pake sandal tau gak.”

“Jujur aja gue ga tau knapa si Billie nyuruh gw nge DJ,” Rizky mengakui. “Gue minta tolong si Tika sama Nanda biar gue ga malu-maluin di panggung ntar. Gini-gini selain jadi manager kalian, gue anak DJ lho.” (penulis ngaco nih)

Billie mengerjap. Mike dan Tre tertawa. “Gini lho, si Billie kan lagi stress…” dan mereka bercerita tentang asal muasal konser rusak yang mereka gelar tadi.

“Seengaknya nama Green Day bakalan naik lagi.”

Semua mengamini dengan sepenuh hati.

**

“By the way,” Espi bertanya. “Tom mana ya? Mini concert nya udah mau mulai nih. Untung ini studio cukup buat kita semua ya. Apalagi ditambah anak-anak Emily’s, makin sesaklah ini tempat.”

Stella meninju bahunya pelan. “Nyari aja lo, Nci. Ntar juga balik dia. Paling ada fans minta ditemenin. Ato dia lagi siap-siap mau nyanyi buat kita.” Muka Espi jadi merah.

Danny menatap trio GD bergantian. “Duduk aja, ini studio bebas kuman kok, iya kan Tik?”

Tika, yang notabene pemilik studio ini, mengangguk dan tersenyum ketika semua duduk. “Mauliate,” katanya.

“Apaan tuh mau…” Billie bertanya, tapi terpotong oleh sesuatu…

…Tom.

“Yak selamat siang bapak-bapak ibu-ibu sekalian yak!”

Dan Rizky ada dibelakangnya, nyengir. Sebagai DJ tunggal.

Oh. Here we go again.

Here we lip-sync again,” gumam Audrey di sela-sela tatapan cengok semua orang.


END

______________________________________

Maaf smua, kalo rada maksa! ^^

0 comments: