THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Wednesday, 1 June 2011

Have Fun With Green Day in: Shopaholic Felton (pt.2)

Fanfiction by: Wilhelmina Marshall

note: lanjutannya ^^

enjoy!

"Halo, gue Billie. Ini Mike dan Tre, kami dikenal sebagai Green Day." Billie menyalami cowok dihadapannya, diikuti oleh Mike dan Tre.
"Daniel Radcliffe." Dan tampak hepi saat empat manusia itu melangkah masuk ke dalam jet Mike. Eminem mengulurkan tangannya seusai trio GD salaman.
"Gue Marshall Mathers. III nya jangan lupa. Panggil aja Em."

Tampang Dan tambah sumringah. "Rapper favoritnya Tom ya? Nice to meet you." katanya dengan aksen Inggrisnya yang lumayan keliatan. Mike duduk disebelahnya dan siap sedia untuk terbang.

"Okay people, fasten you seatbelts. We're going to Scotland." Mike mengumumkan dengan gaya Inggris yang dibikin-bikin.

**

"Gimana tadi gue?"

"Managuetau. Kan gue ga boleh masuk ke lokasi syuting."

"Eh, iya ya," Tom tampak lucu-lucu bingung. "So, gimana trailer gue?" Espi mengerenyit.

"Apanya yang gimana? Kayak gudang toko kelontong!" seru Espi kesal. Hasil borongan Tom tergeletak seenaknya dalam trailer. Espi sampai nggak bisa gerak-gerak bebas. Sebagai cewek yang nggak betah belanja, tentu saja dia gerah.

Tok-tok-tok. "Masuk!" teriak Tom. Doi masih bernama Draco Malfoy, karena masih berpakaian seperti anak Slytherin tersebut, bedanya rambutnya udah nggak licin lagi, meski masih mengkilat karena keringat. Ew...

"Emma!" Espi langsung lompat dan menyalami si Hermione Granger. Emma malah dengan enaknya mencipika-cipiki cewek berambut pendek dihadapannya. "Lo maen masuk aja! Gimana kalo gue lagi ganti baju?" Tom protes.

"Selow, Malfoy," Emma nyengir. Dia masih jadi Emma, soalnya sama seperti Dan, dia lagi free syuting. "Kalo lo lagi ganti baju, gue ada kamera kok. Gue juga punya Internet kapasitas tinggi buat nyebarin foto Draco Malfoy lagi ganti baju. Jadi lo santai aja."

Tom memucat. Espi ngakak. "Jangan lupa, Emma," katanya. "Gue harus jadi resipien pertama foto itu."

Emma menatap Espi dan ikut ngakak. "Hei, gue gak pernah liat lo disini, lo tinggal dimana?"

"Oakland, California, bareng ama Tom yang kuliah."

"Kalian kenalan dimana?"

"Gue punya temen, namanya Stella, dia fans beratnya Eminem, kebetulan Tom tinggal bareng Em, jadinya dia dikenalin sama Em sama Stella ke gue sama anak-anak Kitchen Band. Terus Tom juga jadi additional guitar buat band gue."

Emma tersenyum. "Lo ngeband? Asyik dong!"

Tepat pada saat itu, pintu diketuk lagi. "Siapa lagi sih," gerutu Tom. Dia bete diledekin Emma. "Demi Scarhead, MASUK!"

"Scarhead?" Dan masuk sambil bengong melihat barang belanjaan Tom. "Gue lagi free syuting, Tom, nggak ada yang punya luka petir dikepalanya."

"Luka petir?" tanya Billie yang buta Harry Potter. (penulis pernah lho ketemu orang kayak gini, buta total, kaget juga sih).

"Iya, jadi kepalanya Harry Potter itu kesamber petir, Bill," kata Mike ngasal. "Yang bikin petirnya itu namanya Lord Voldemort. Jadilah dia dendam."

"I see, I see..." Billie pasang tampang polos.

Eminem yang masuk belakangan langsung ngamuk. "Felton! Lo itu maunya apa sih?! Nanti ini mau diapain sampe rumah?! Lo beli apa aja?!"

Tom cuma terkekeh, antara malu sama serem ngeliat tampang seniornya yang mengerikan. "Eh, maaf, gue dipanggil, kudu take adegan berikutnya."
Lalu dia langsung lari, kabur. Espi yang kaget malah mengejarnya tanpa alasan jelas.

**

"Aduh anak ini bagaimana sih?" Eminem menendang kantong yang ada di depannya, kesal.

"Udah, udah pake ini aja," Dan mengeluarkan Invisibility Cloak nya (??). "Biar dia kaget tau-tau belanjaannya ilang semua."

"Jangan. Nanti dia sakit jantung terus mati gimana?" kilah Emma. Dan mengernyitkan jidat, lalu akhirnya mengganguk setelah menyembunyikan jubah curiannya dari lokasi syuting. Yates bisa ngamuk kalo dia tau ada yang nekat nyimpen properti syuting saat dia lagi free, meski dia adalah Boy Who Lived sekalipun.

"Tunggu bentar," Billie menarik dua buah kaos kutang, eh kuning. Kaos kembaran. Satunya bertuliskan 'I'M A SHOPAHOLIC' dan satunya dengan ukuran cewek: 'I'M WITH SHOPAHOLIC' dengan tanda panah ke kanan. Tulisan-tulisan itu tercetak dengan model grunge di bagian punggung. (sotoy nih penulisnya sama grunge, mentang2 baru ulum TIK)

"Keren tuh baju. Pasti kembaran Espi sama Tom." kata Tre hepi. Dia emang paling seneng ngeliat baju-baju kembaran. Maklum, gak ada yang mau kembaran ama dia.

Mata Mike menangkap sinar nakal di mata Dan. dan dia mengerti. Langsung aja dia ngeloyor mendatangi cowok satu itu dan langsung berkasak-kusuk ria. Dan tiba-tiba lari ke trailernya dan kembali membawa dua kaleng cat semprot berwarna merah.

"Buat apa itu?" tanya Em keheranan.

"Buat ngasih pelajaran." Dan menambahkan sebuah kata di kedua baju itu sementara Mike menjelaskan kepada kawan-kawannya. Emma nyengir paling lebar, disusul Eminem, Tre, dan Billie.

"Hai," Espi tiba-tiba nongol, ngagetin semua mahkluk hidup didalam trailer Felton. Ia pun mendapat penjelasan gratis dari mereka, mengingat ketidaksenangannya pada kegilaan Tom sama belanja ga keruan.

"Nah, sekarang," kata Emma, setelah mereka semua melempar belanjaan Tom ke halaman belakang trailer yang agak tersembunyi. "Siapa mau ke trailer gue? Di trailer Dan ada makanan, di tempat gue ada banyak minuman, kita piknik yuk!"

"Hayo!" semua berbondong-bondong meninggalkan trailer, membawa dua kaus kembaran tersebut.

**

Thomas Andrew Felton alias Draco Lucius Malfoy versi 'agak' berantakan menghambur masuk ke trailer Radcliffe sambil marah-marah. Espi dkk semua tidak ada disitu. Tapi ketika ia masuk trailer Watson, sama joget (bahasanyokap), tidak ada orang disana.
Dan belanjaannya raib semua. Pasti ulah mereka.

Tom mengibaskan bagian belakang jubahnya dan memakai Cleaning Charm buat ngerapiin dan ngebersihin rambut putihnya. Doi kembali ke trailernya untuk ganti baju. Akhirnya ditemukannya mereka di lapangan Quidditch yang kebetulan kosong.

"Hei! Ngapain kalian semua nyembuyiin belanjaan gue!"
Emma menatapnya dengan tatapan kaget bercampur geli, diikuti oleh semua manusia yang ada disana kecuali Tom sendiri.

"Kebetulan nih, Tom! Mau kentang gak?" tanya Dan (sok) ramah.

"Nggak! Mana belanjaan gue?!"

"Yaudah, kita udah selesai kok. Kita bantu nyariin deh." Akhirnya sambil menahan tawa mereka semua kembali ke trailer Tom.

"Btw, Tom, gue boleh ngerokok gak disini?" tanya Mike. Tom mengangguk. "Buka jendela ama pintunya dulu."

"Sip, thanks ya." kata Mike.
Emma batuk-batuk, maka dia minta izin keluar sebentar. Ia memang agak rentan sama rokok. Plus dia mau menemui Espi diluar.

"Tom," panggil Dan. "Gue suka baju lo yang ini, coba pake dong. Pengen gue foto biar kembaran sama Espi."

"Oke." kata Tom sumringah. Dan mengulurkan baju yang dimaksud. Tom masuk ke WC, totally clueless sama apa yang akan menimpa dirinya.

**

"Nci, masuk, Nci. Tom bentar lagi keluar." Emma dan Espi masuk. Tom keluar dari WC. anak-anak GD, minus Mike yang sedang merokok, udah megang kamera HP, dan Dan sudah siap dengan kamera siap saji nya. Maksudnya kamera yang motret fotonya langsung nongol, gitu.

"Waah keren!" Tre, yang rajanya lebay, langsung kesenengan. "Kalian balik badan ya, kami foto dulu!" Tom dan Espi nurut aja. Espi sendiri udah mau ketawa.

**

"Mana liat! Mana fotonya!" Tom berseru senang. Ditariknya foto dari tangan Dan. Ditatapnya sebentar, lalu mukanya memerah. Marah.

"APAAN NIH?!" Semua kaget, nggak tau kalo Tom bakalan marah. "Ini baju mahal tau! Seenaknya aja lo coret-coret!" Di tatapnya baju Espi. Tulisan 'I'M WITH SHOPAHOLIC' nya memang masih ada, tapi Dan dengan enaknya menambahkan tulisan STUPID sehingga menjadi 'I'M WITH STUPID SHOPAHOLIC'. gimana nggak bete si Tom?

Dilemparnya foto itu lalu, Tom mengeluarkan tongkatnya. "INCENDIO!" Padahal maksudnya cuma bercanda. Suaranya kenceng banget, sampai semuanya melompat mundur karena kaget.

Tapi, tak diduga tak diyana, api nampak dan membakar karpet tersebut.

"Shit!" teriak mereka bersamaan. Tom tiba-tiba menghilang.

"Kok bisa sih?" teriak Emma panik.

"Sekarang dia malah Disapparate lagi!" balas Dan.

"Emang dia ngomong apaan?" Billie balas teriak. Emma menatapnya kaget. Baru ingat dia kalo Billie buta Harry Potter.

"Itu mantra buat ngeluarin api! Si Tom sering teriak gitu di kamar mandi!" teriak Em, sukses menghindari jilatan api, yang diikuti langsung oleh sisa manusia tersebut. Dan menjerit kaget ketika sepatunya hampir kena si jago kuning, eh merah.

ketika mereka tiba di luar, kebetulan Espi menemukan keran dan selang di depan trailer. langsung saja mereka bertindak.

**

Setelah beberapa lama, api berhasil dipadamkan. Untung aja nggak nyebar kemana-mana. dan cuma karpet Tom yang ancur.

"Untung belanjaannya gak ancur..." gumam Em. Dan dan Espi yang denger jadi bingung.

"Kok gitu?" tanya Dan.

"Lha, kan lo yang paling seneng kalo dia gak banyak belanja." Espi juga sama bingungnya.

"Iya, tapi ntar kalo ancur, kan keluarga gue yang kebanjiran air matanya tujuh jari tujuh malem."

Emma yang otaknya sekeren perannya, Hermione, mulai mikir. "Itu kan bukan tongkat sihir beneran, kok bisa ya? Terus Tom kemana?"

Belum pertanyaannya terjawab, terdengar suara rintihan. "Aduuuhh...."

Semua nengok ke belakang.

**

Tom bukannya Disapparate, dia cuma mental sampai keluar trailer. Dan dan Billie memapahnya sampai ia terduduk di rumput. Tampangnya kayak Draco Malfoy versi miskin atau abis dipecat jadi anak sama Lucius, dekil banget sama tanah.

Setelah semuanya tenang, Tom tiba-tiba ngakak. Semua menatapnya heran.

"Ketipu ya sama gue? Maaf ya, tadi gue cuma pura-pura marah. Terbukti dari tampang kalian kalo gue sukses jadi aktor. Mungkin lain kali gue mesti hati-hati sama tu tongkat sihir. Gak nyangka bisa ngebakar."

Semua diam. Lalu tertawa bersama si pirang itu. Kecuali Mike.

"Ada apa, Mr. Pritchard?"

"Maaf ya, Tom." Semua diam lagi.

"Kenapa?" tanya Tom halus.

"Err...."

"Oh ya, satu lagi," Tom menyalami seniornya, lalu Espi, Emma, Dan, dan terakhir Billie serta Tre. "Kayaknya untuk sementara gue gak bakalan belanja lagi deh." Semua tersenyum senang. Dan ngaku sama dia, kalo semua belanjaannya ditaruh dibelakang trailer.

Tom menatap Mike bingung. "Kenapa?"

"Tadi... lo ngebolehin gue ngerokok di trailer kan?"

Tom mengangguk. "Terus?"

"Pas lo teriak INCENDIO itu, kita semua loncat mundur kan?"

"Iya?" Tom mulai ikut bingung.

"Terus... yah, terusannya simpel sih. Rokok gue jatoh."


THE END

______________________________________

Espi: moga-moga suka yaa!! ^^

0 comments: