THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Friday, 1 July 2011

Have Fun With Green Day in: Chasing Pirates 3 (request Ega)

Fanfiction by: Wilhelmina Marshall

Note: lanjut! gue ga tahan bikin 3 parts ^^v
Bertekad untuk nyelesain sebelum pergi ke gereja. Ini telenovela banget, suer. Tuntutan tulisan, maaf. Dan sebelum ada yang nge-flame gue, gue tegasin sekali lagi, biarin gue nulis mereka sebagai pirates, gue tau maksud gambar itu adalah mereka Patriotis, tapi biarin. biarin. Ngerti? Thanks. Mohon maaf kalo garing. ^^;
Jurus Tabrak Lari (c) Mass Berto

enjoy!

Part 1 - Part 2

Tahun 1650 (iya udah tau)


Tom meluncur maju. Tre juga.

"Jurus tabrak lari!"

"Cih! Jurus kok kayak gitu," tiba-tiba Rizky nongol di antara Tre dan Tom. "Jurus sengkat!"

Maka Tre kesengkat. Doi mental dan hampir aja jatuh ke laut, kalo nggak ditahan Billie. "Ih, kok lo berat banget sih." Dia menatap Tom dan Rizky yang nge-toss bareng. Matanya langsung berkilat. Bukan, dia nggak ngeliat duit disana kok.

"Awas lo ya!" Billie mengacungkan pedangnya. Tre senderan di pinggir kapal, mengusap kepalanya. Tom berlari masuk ke dalam anjungan, diikuti Rizky. Billie mengerjap. kok sepi? Mana Mike?

"FIRE'S TO THE HOLE!"

"Salah lo, Stel! Yang bener 'centongs to the hole'!"

"Ah bodo ah!" lalu centong-centong berterbangan keluar anjungan. Kayak panah tumpul. "COVER YOUR HEADS!" Billie ngejerit, padahal disana nggak ada siapa-siapa. Dari centong beterbangan, spatula menyusul.

Billie memaki, lalu lari menyelamatkan diri. Tre yang baru bangun hampir pingsan lagi kepanah spatula.

**

"Gue penulis koran dan fanfiction dari Pulau Iona di Skotlandia..."

Kata-kata itu terngiang di telinga Lieutenant Half-Blind Dirnt, yang hampir lupa mengambil napas di bawah laut. Ketika mendengar kata-kata tersebut, ia merasa seperti ditonjok. Padahal yang nonjok mukanya cuma rantai jangkar kapal Green Day.

"F**k!" makinya, melepaskan beberapa gelembung udara. Dia berenang lebih cepat, rambutnya yang pirang berkibar di dalam air.

Mike berhasil mencapai bagian belakang anjungan Kitchen Band. Untunglah dia perenang yang kuat. Dia melongo melihat sekelilingnya.

Kapal itu kosong melompong. Memang betul, awak-awak Kitchen Band bukan orang kaya. Cuma ada makanan kaleng seadanya disana. Mike dihinggapi perasaan nggak tega.

"Sekarang kenapa ada lo disini dan bukannya si Spatula?"

Mike melongok dari belakang lemari. Ah, gadis Skotlandia itu. Dan si tukang daging dari Kensington.

"Soalnya lo paling muda dan gue paling tua? Lagian Nurul pengen pake pisau," kata si tukang daging. Kalo nggak salah namanya Tom.

"Nggak usah ngomong begitu. Disini nggak ada persoalan umur. Yang paling muda kan si Panci. Karena lo disini, lo gantiin dia. Panah spatula itu keluar, will you?"

"Iya, iya," mereka memanah centong dan spatula ke luar. Mike bengong. "Liat, Stella."

Stella.

"Apa?"

"Nanda, si Wajan, berantemnya sama Ega. Udah kayak pedang sama perisai. Gara-gara si Ega ngasih 'salam persahabatan' sama Nanda. Lagian jari tengah dijadiin lambang persahabatan."

"Hah? Mana?" Mereka ngakak berdua. "Nggak ada musuhnya sih. Eh, mana satu lagi ya? Perasaan tadi ada tiga orang bajak lautnya."

Mike membeku di tempat.

"Paling ngumpet," kata Tom enteng. Mike mendesah lega.

Ekspresi Stella berubah sedih. "Kenapa gue jadi inget bapak gue ya, Tom? Maksud gue, dulu waktu gue ditinggal di Skot, gue keinget sama rambutnya. Pirang gitu, cuma kerenan rambut lo sih." (penulisgaring)

"Oya? Makasih," jawab Tom gaje. Lalu mukanya balik serius lagi. "Nama keluarga lo apa sih?"

Mike menahan napas. Apa penulis koran dari Skotlandia ini adalah putrinya yang ia tinggal di Panti belasan tahun lalu?

Pertanyaannya langsung terjawab.

"Gue pernah nandatanganin surat keluar Panti, nama gue, er, Pritchard."

Mike langsung berlari keluar dari persembunyiannya. "ANAKKU!!" Dipeluknya manusia dihadapannya (penulispayahnih XD).

**

Suasana sepi. Mike memeluk orang itu. Tapi tiba-tiba terdengar suara cekikikan.

"Er, Tuan? Orangtua saya di Kensington."

Stella ngakak kenceng banget, sampe semua yang berantem dibawah diem.
Mike mendongak dan menatap Tom yang mukanya merah padam. Tiba-tiba ia ngamuk.

"LU GANGGU AJA!" dengan sekali lempar, Thomas Andrew Felton, tukang daging dari Kensington, kelempar keluar jendela dan terjun bebas ke laut. Espi ngejerit dan lari ke pinggir geladak pas sadar. Tre mendorongnya kelaut. Maksud hati sih gitu. Tapi malah dia ikut kecebur sama Panci dan Spatula, yang dari tadi ngarep adegan berantemnya kayak Tekken abad 17 yang sering ia lukis. Seengaknya berantemnya jadi bervariasi, di laut.

"Putriku!" seru Mike. Billie bengong di geladak. Gak mungkin.

"Woi, jangan bengong dong lo!" si pelayan kedai dari London, Kadek, meng-KO nya dengan teflon yang ia pegang. Billie roboh, tapi nggak pingsan, soalnya pukulannya nggak sekeras itu.

"Udah, lo KO-in aja, Dek!" seru cewek berambut panjang satunya, si pemilik losmen di Manchester, Tika.

"Nggak mau! Dia mirip Joey!"

"Hah? Pacar lo yang nunggu di California itu? Mana miripnya sih?" Tika bingung. Teko di tangannya terangkat tinggi, seolah bakal ngegantiin tugas Kadek buat nge-KO-in Billie.

Joey. California? Tunggu...

"Eit, tidak bisa!" Billie mengangkat tangannya ketika Tika hendak menggebuknya dengan teko. "Lo," tanyanya, menunjuk Kadek. "pacar Joey Armstrong?"

"Kok tau? Dia nunggu di CA, makanya gue nyusul ke sana. Lo apaan sih, nanya-nanya gitu."

Billie, tak diduga, malah meluk Kadek. Tika tercengang, Ega dan Nanda berhenti berkelahi. "Calon menantuku! Akhirnya bisa ketemu!"

Semua tercengang dan hampir nggak nyadar kalo Mike dilempar ke laut sama Stella yang kesel. Tepatnya, Mike kena jurus sengkat yang bikin dia mental sampe keluar anjungan, persis Tom.

**

EPILOGUE

"Akhirnya kita tiba juga di Amerika," kata Nurul senang. Semua bernapas lega.

"Punya Green Day sebagai bodyguard bikin kita nggak dibajak sama bajak laut yang lain." sahut Rizky, kapten mereka.

"Iya, itu kata lo. Gue dibajak terus nih," kata Stella kesel. "Turunin aku dong! Aku bukan anak bayi!" Mike menurunkan Stella dari punggungnya.

Awak Kitchen Band, Billie, dan Tre ketawa. Stella dan Mike menyusul. Stella memeluk ayahnya.

"Jadi, kalian balik lagi ke laut?" tanya Espi.

"Begitulah. Daripada nggak ada kerjaan di darat." jawab Tre asal.
Billie ngangguk. "Janji, ini yang terakhir, kok. Gue juga pengen ke Amerika, kangen keluarga. Kalo lo mau nikah, Dek," dirangkulnya Kadek. "tunggu gue dulu, ya?"

"Sip! Gue salamin sama Joey deh, gue yakin dia pasti mau dateng kalo ladang ama ternaknya udah keurus."

"Mr. Pritchard, kalo salah meluk orang, orangnya jangan dilempar ke laut ya," kata Tom. Mike langsung merah padam.

"Nah, mending kalian jalan gih, nanti kemaleman," kata Ega.
"Iya," sahut Nanda, masih pelotot-pelototan sama Ega.

"Cepet pulang, kita nanti reunian," kata Tika. "Gue bikin losmen disini nanti."

"Oke," Billie, Mike, Tre, dan... Rizky (ya, dia ikut, ilmu kelautannya diperlukan) naik ke kapal. Sambil melambai mereka pergi.

Ega, Nanda, Tika, Kadek, Stella, Tom, Nurul, dan Espi semuanya mengacungkan jari tengah. "SALAM PERSAHABATAN!" jerit mereka saat kapal itu akhirnya hilang dari pandangan.

Akhirnya mereka berbalik, siap mencari kehidupan yang lebih baik di benua yang baru.

_______________________

THE END

@Ega: moga-moga suka yaa! ^^

0 comments: